Polda Banten Siaga Satu Jelang Pelantikan Presiden

Polda Banten Siaga Satu Jelang Pelantikan Presiden

Kamis, 17 Oktober 2019, 2:08 PM
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata 
PATROLI BINS - Jelang pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019, jajaran Kepolisian di seluruh wilayah Indonesia bersiaga melakukan pengamanan, Termasuk juga Polda Banten.

Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Amiluddin Roemtaat, Sik menyampaikan, ada sekitar 3 Kompi dari satuan Brimob Polda Banten di BKO kan untuk membantu pengamanan ibu Kota.

"Dalam rangka membantu pengamanan ibu kota, Polda Banten telah mengirim 300 personel dari satuan Brimob, tiga kompi personel tersebut telah dikirim sejak pengamanan unjuk rasa di jakarta beberapa waktu yang lalu, termasuk untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat lainnya. Hingga kini personel Brimob Masih Berada di Jakarta," kata Roemtaat di Polda Banten, Serang, Kamis (17/10/2019).

Roemtaat juga mengatakan, pihaknya menyiagakan semua kekuatan personel dari Polda Banten dan polres jajaran, yang siap ditempatkan diwilayah hukum Polda Banten, untuk layani masyarakat dan berikan jaminan keamanan.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengaku Polda Banten dan Jajaran telah mengambil langkah preventif jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Dialog ke tokoh masyarakat, universitas, dan sekolah. Tujuannya mengajak memelihara keamanan sekaligus sosialiasi agar tidak terpengaruh oleh hoax atau informasi yang salah," ujar Edy.

Polda Banten juga meningkatkan pengamanan melalui operasi cipta kondusif (Cipkon) dan patroli ke daerah permukiman, perkantoran, Dan objek vital.

"Penguatan nanti di di satuan wilayah (Polres-red)," kata Edy.

Penebalan personel juga akan diberlakukan di beberapa titik, terutama pintu tol. Penebalan ini untuk memudahkan pemantauan terhadap volume pergerakan massa ke Jakarta.

"Kerja sama PJR Mabes Polri, jasa marga untuk memantau peningkatan volume masa ke Jakarta, termasuk merayakan pelantikan sekaligus ajakan unras (unjuk rasa-red) kalau kapasitasnya banyak penumpang, tentu kita curigai dan akan dilakukan pemeriksaan," ungkap Edy.

Edy menegaskan akan melakukan penyekatan terhadap kelompok massa yang akan meramaikan Jakarta Saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Tentu kami lakukan dengan pendekatan persuasif. Kita minta untuk pulang ke daerah masing-masing," tegas Edy. (Bidhumas)

TerPopuler