23 rumah sakit (RS) rujukan maupun nonrujukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat bantuan alat rapid test atau tes cepat COVID-19. -->

23 rumah sakit (RS) rujukan maupun nonrujukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat bantuan alat rapid test atau tes cepat COVID-19.

Senin, 06 Juli 2020, 8:59 AM
23 rumah sakit (RS) rujukan maupun nonrujukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat bantuan alat rapid test atau tes cepat COVID-19.

PATROLIBINS.CO.ID, SURABAYA -
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan alat rapid test pemberian dari Kementerian Kesehatan tersebut diperuntukkan khusus bagi pasien di rumah sakit.

"Jadi bukan untuk tenaga kesehatan (nakes) karena nanti akan saya ajukan khusus untuk tenaga medis," kata Risma di Surabaya, Minggu (5/7).

Meski begitu, Risma juga meminta pihak rumah sakit agar mendata seluruh karyawan di rumah sakit mulai dari jumlah nakes, petugas kebersihan bahkan sampai dengan pengemudi ambulans. Jika nantinya alat rapid test yang diajukan sudah datang, lanjut dia, maka para nakes ini akan melakukan tes secara mandiri di rumah sakit masing-masing.

Tidak hanya itu, ia juga meminta agar masing-masing rumah sakit membuat laporan penerimaan dan pengalokasian rapid test tersebut secara jelas dan rinci. Sebab menurutnya, bantuan alat rapid test ini harus dipertanggungjawabkan dengan jelas, lantaran menyangkut uang rakyat.

"Ini karena uangnya rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan jelas. Dengan laporan jelas yang memberi pasti senang," katanya.

Risma mengatakan 23 rumah sakit yang menerima bantuan alat rapid test itu di antaranya RS Adi Husada Kapasari, RSAL Dr. Ramelan, RS Al Irsyad, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), RS Bhakti Rahayu, RS Brawijaya, RS Graha Medika, RSI A Yani, RSI Jemursari, RS Mata Undaan, RS MMC, RS Muji Rahayu, RS Perdana Medika.

Kemudian RS TNI AU Sumitro, RS William Booth, RS Mata Masyarakat Jatim, RSIA Kedangsari, RSIA Nur Ummi Numbi, RS Paru Karang Tembok, RSIA Putri, RS Bunda, RSIA Kendangsari dan RS Dr Soepomo.(*(


TerPopuler