Dicky Armanda : Pansel Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi 2026-2031 Tidak Terjebak Pada Kepentingan Pragmatis -->

Dicky Armanda : Pansel Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi 2026-2031 Tidak Terjebak Pada Kepentingan Pragmatis

Sabtu, 10 Januari 2026, 4:17 PM
Dicky Armanda : Pansel Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi 2026-2031 Tidak Terjebak Pada Kepentingan Pragmatis


PATROLI BINS, BEKASI – Pemuda Bekasi, Dicky Armanda, memberikan sorotan tajam terhadap proses seleksi jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi. Hal ini menyusul masa transisi kepemimpinan BAZNAS Kota Bekasi yang kini tengah berada di ambang pergantian untuk periode masa bakti 2026-2031.


Dicky menegaskan bahwa Panitia Seleksi (Pansel) memikul tanggung jawab moral dan administratif yang besar dalam menentukan wajah pengelolaan zakat di Kota Patriot selama lima tahun ke depan, Sabtu, 10/1/2026


Dalam keterangannya, Dicky mengingatkan agar Pansel tidak terjebak pada kepentingan pragmatis. Ia menekankan bahwa BAZNAS adalah lembaga umat yang harus dikelola oleh tangan-tangan yang kompeten, bukan sekadar menjadi wadah bagi kepentingan pribadi atau golongan.


"Panitia wajib mengedepankan sikap profesional. Kita butuh pimpinan yang punya kompetensi nyata, bukan mereka yang hanya menjadikan BAZNAS sebagai ruang  untuk pemuasan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," tegas Dicky Armanda.


Lebih lanjut, Dicky meminta Pansel untuk melakukan pemindaian mendalam terhadap rekam jejak (track record) setiap calon komisioner. Menurutnya, pengalaman dan kemampuan manajerial sangat krusial agar kegagalan atau kekurangan di periode sebelumnya tidak terulang kembali.


"Panitia harus melihat skill dan kemampuan calon dalam membawa konsep serta ide segar. Pengelolaan dana umat ini adalah amanah besar, jangan sampai pola-polanya 'seperti yang sudah-sudah'. Harus ada peningkatan signifikan dalam tata kelola," tambahnya.


Sebagai representasi pemuda yang peduli terhadap integritas lembaga daerah, Dicky menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh tahapan seleksi agar berjalan transparan dan akuntabel. Ia juga memberikan peringatan keras jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan dalam proses tersebut.


"Kami siap kawal proses ini. Jika Panitia Seleksi tidak profesional, abai terhadap kemampuan calon, dan hanya terfokus pada muatan politik semata, kami pastikan akan bergerak. BAZNAS bukan tempat bagi mereka yang hanya punya modal politik tanpa kapasitas," pungkasnya.

**

TerPopuler