Opini Ketua Aliansi Utara, Sanusi Nasihun

Opini Ketua Aliansi Utara, Sanusi Nasihun

Senin, 03 Agustus 2020, 4:50 PM
Opini Ketua Aliansi Utara, Sanusi Nasihun

PATROLIBINS.CO.ID, BEKASI - Redaksi menerima tulisan  opini Ketua Aliansi Utara, Sanusi Nasihun, Senin, 3/8/2020.

Buat kami  orang utara yang berjiwa PATRIOT yang tertanam di dalam jiwa dan raga warisan dari seorang pahlawan Betawi yang di kenal dengan istilah SINGA BEKASI dan BELUT PUTIH, inilah sebuah warisan yang tak ternilai harganya.

Tentunya semua tahu siapakah tokoh pejuang kita kalau bukan ALMAGHFURLLAH KH.NOER ALIE tokoh visioner yang telah berjuang mengusir penjajah dari Bekasi dan Republik Indonesia demi harkat dan martabat yg di junjung tinggi, itulah sosok patriotisme yang di hujam  di Bekasi untuk generasinya.

Adakah Generasi Singa Bekasi dan Belut Putih yang memperjuangkan  kampungnya untuk saudara-saudara yang berada di atas potensi yang melimpah tapi kenyatanya miskin.

Tahukah anda bahwa Bekasi Utara menghadapi perubahan besar.

Tahukah anda bahwa masyarakat enggan berdaulat dengan potensi kekayaan alamnya.

Tahukah anda bahwa rakyat kita tinggal di kampung sendiri dengan berpijak numpang di tanah orang.

Tahukah anda bahwa rakyat atau saudara kita yg ada di Muara Gembong yang nyata-nyata, di Kecamatan terluas dari 23 Kecamatan dengan limpahan kekayaan yang sangat besar sampai hari ini hanya menjadi wilayah terbelakang dan dimiskinkan.

Fakta ke 1 Rakyat Muara Gembong masih numpang dalam kawasan hutan sesuai dengan Kepmen PERHUTANAN no.4109/Menhut-VII/KUH/2014.

Fakta ke 2 Usaha nelayan kita hanya bisa usaha di garis bibir pantai sungai tidak bisa lepas pantai itu pun terancam dengan masivenya limbah Industri dan Domestik,  ke depan makin jelas kemiskinan.

Fakta ke 3 Hasil nelayan semua dibawa keluar seperti ke Cilincing tidak bisa di olah di dalam Kabupaten sendiri.

Fakta ke 4 Potensi tambak garapan 95% milik orang luar dengan semena-mena rakyat hanya jadi bujang alias jongos.

Fakta ke 5 Kerusakan lingkungan makin berat seperti Abrasi diperkirakan luas 3000 hektar sdh mengancam permukiman ditambah dengan pendangkalan DAS  ( Daerah Aliran Sungai) alam dan Muara sungai. (*)


TerPopuler