Dewan Minta Pintu Wisata Hutan Bambu Jangan Ditutup, Warga Terpaksa Naik Getek Lagi Tak Bisa Manfaatkan Jembatan Gantung

Dewan Minta Pintu Wisata Hutan Bambu Jangan Ditutup, Warga Terpaksa Naik Getek Lagi Tak Bisa Manfaatkan Jembatan Gantung

Rabu, 28 Oktober 2020, 11:25 AM

 

Dewan Minta Pintu Wisata Hutan Bambu Jangan Ditutup, Warga Terpaksa Naik Getek Lagi Tak Bisa Manfaatkan Jembatan Gantung 

PATROLI BINS.CO.ID, KOTA BEKASI - Terkait sikap Pengelola Wisata Hutan Bambu menutup pintu akses warga dari RW 26 kelurahan Margahayu Bekasi Timur  ke Margajaya Bekasi Selatan atau sebaliknya disesalkan banyak pihak termasuk Anggota DPR RI Intan Fauzi yang membawa aspirasi jembatan gantung di atas kali Bekasi yang ada di wilayah tersebut.


"Loh itu jembatan gantung dibuat kan untuk mempermudah akses warga dua wilayah Margahayu dan Margajaya. Kalau di tutup kan warga kasihan naik getek (rakit) bahaya kalau malam hari,"ucapnya saat ditemui usai acara sosialisasi alat kesehatan di Kota Bekasi. Selasa (27/10/2020).



Politisi asal PAN ini meminta pengelola wisata hutan bambu harus memahami keberadaan jembatan gantung itu untuk dimanfaatkan semua orang untuk mempermudah akses.


"Kalau bicara ekses dari jembatan gantung itu kan sangat membantu mempermudah warga termasuk malam hari agar tidak menggunakan getek lagi,"tandas anggota Komisi IX ini.


Senada dikatakan, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung bahwa pihak pengelola wisata hutan bambu jangan bersikap eksklusif seperti menutup pintu akses orang lewat baik siang maupun malam hari.


"Mereka harus paham itu akses umum dan adanya jembatan gantung itu untuk masyarakat bukan untuk pengelola. Itu jembatan pakai uang rakyat Indonesia loh bukan hanya uang pengelola wisata hutan bambu,"tutur politisi asal Gerindra ini.


Tanjung berharap Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi untuk menegur para pengelola kawasan tersebut  agar jangan bersikap eksklusif begitu.


Sekedar diketahui beberapa hari sebelumnya salah satu Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Tommy mengaku kesulitan mengambil mobilnya yang di parkir di sebrang wisata hutan bambu yang masuk kelurahan Margajaya. Pasalnya saat usai maghrib dirinya harus naik getek menyebrangi kali Bekasi untuk mengambil mobilnya tersebut.


"Iya saya harus naek getek deh. Coba kalau pintu nya ga ditutup pasti saya memilih jembatan gantung itu lebih aman kan,"cetusnya. (*)


Sumber : Iwan (Realis)

TerPopuler