Darmantoko dan Abdul Muiz Menjadi Narasumber Dalam Acara Lemdik Jurnalistik KJJT

Darmantoko dan Abdul Muiz Menjadi Narasumber Dalam Acara Lemdik Jurnalistik KJJT

Senin, 02 November 2020, 12:02 AM

 

Darmantoko dan Abdul Muiz Menjadi Narasumber Dalam Acara  Lemdik Jurnalistik KJJT

PATROLI BINS.CO.ID,  SURABAYA - Pasca penetapan pengurus yang sah secara kelembagaan, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menggelar Lemdik Jurnalistik angkatan I tahunan 2020 di Hotel Square Surabaya pada, Sabtu (31/10/2020).


Menyatukan misi dan visinya dalam Sinau bareng menuju wartawan yang profesional dan menjadi wartawan yang sejati.


Meskipun terlihat sederhana  namun acara perdana ini terlihat sangat menarik, pasalnya narasumber dalam Lemdik kali ini adalah Darmantoko dan Abdul Muiz yang merupakan tokoh senior dalam dunia Jurnalistik.


Materi pertama disampaikan Darmantoko sebagaimana ia sampaikan dihadapan perserta lemdik KJJT, wartawan itu menjadi sosok yang betul-betul berkualitas dalam profesinya.


"Wartawan itu harus mempunyai wawasan yang luas, dimana nantinya kita akan menyajikan sebuah pemberitaan yang betul betul akurat, berimbang dan sesuai fakta," jelasnya , Sabtu, (31/10/2020).



Disamping itu, Darmanto juga menambahkan, setiap wartawan  harus mampu menguasai literasi penulisan berita. 


"Maka dari itu jangan segan-segan untuk sinau bareng bersama KJJT  agar mampu membuat berita yang betul-betul memenuhi unsur informasi yang formatif, beredukasi dan faktual," Imbuhnya.


Sesi kedua pada Lemdik KJJT diisi oleh Abdul Muiz, wartawan senior yang pernah berkarir di Jawa Pos Selama 30 Tahun ini, memberikan materi penulisan berita dengan gayanya yang terlihat heroik, namun mudah dimengerti dan dicerna oleh siswa Lemdik.


Pada dasarnya Wartawan itu harus menguasai materi untuk menulis sebuah berita.


"Wartawan itu harus bisa menulis dan jangan asal dalam penulisan, malah pusing nanti pembacanya," jelas Muiz dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.


Mantan Pemimpin Redaksi  Jawa Pos Saudi Arabia Tahun 2009 ini juga tidak segan untuk memberikan resep andalan untuk menjadi wartawan yang berkualitas.


Adapun rukun dan syarat menulis berita itu time line : baru terjadi, aktual : masih jadi bahan pembicaraan, magnitude : berpengaruh luas, rominence : ketokohan, proxymity : kedekatan.


"Rekan-rekan sebagai wartawan harus paham rukun itu, dan ingat unsur harus ada 5 W+1 H (What, where, when, who, why, dan How). Itu harus dalam sebuah berita," Imbuh Muiz yang pernah juga menjabat sebagai Eksekutif Produser JTV 2002-2007.


Sementara itu, Ade ketua komunitas jurnalis jawa timur Mengucapkan terima kasih kepada Dosen KJJT. Yang sudah meluangkan waktunya untuk memberikan materi-materi kepada peserta lemdik.


"Saya ucapkan terima kasih kepada para dosen KJJT yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mendidik dan memberikan materi-materi dasar tentang karya jurnalistik." Ucap Ade.


Ade juga menyampaikan kepada peserta lemdik angkatan pertama komunitas jurnalis jawa timur. Peserta akan di didik oleh orang-orang hebat di KJJT


"Di KJJT banyak orang hebat dan bakal mencetak wartawan hebat,  meskipun banyak cibiran diluar tentang kita. Yang penting kita disini masih diperhatikan oleh orang hebat yang dulu pernah menjadi predikat terbaik di dunia kejurnalistikan." Tutup Ade. (*)

TerPopuler