584 Ulama Meninggal Selama Pandemi, Ketua DPD RI Ajak Pesantren Tingkatkan Prokes -->

584 Ulama Meninggal Selama Pandemi, Ketua DPD RI Ajak Pesantren Tingkatkan Prokes

Kamis, 15 Juli 2021, 4:59 PM
584 Ulama Meninggal Selama Pandemi, Ketua DPD RI Ajak Pesantren Tingkatkan Prokes


PATROLI BINS, JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak warga di lingkungan pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 ulama meninggal dunia akibat virus penyebab Corona itu.  


Berdasarkan informasi dari MUI, terjadi peningkatan penularan yang sangat signifikan terhadap para kiai dan pengasuh pesantren terutama di wilayah Madura. Kondisi yang sama terjadi di wilayah Jawa Tengah, seperti Pati, Kudus, Demak, dan Jepara.


"Hampir 600 ulama meninggal di tengah pandemi Covid-19, dan saya yakin daftarnya masih bertambah mengingat lonjakan kasus Covid semakin tinggi. Saya sungguh berduka atas kepergian banyak ulama, guru-guru kita. Belasungkawa saya ucapkan secara khusus kepada keluarga para ulama yang gugur tersebut," tutur LaNyalla, Rabu (14/7/2021).


Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, kondisi ini diperparah dengan munculnya varian baru Covid. Untuk itu, LaNyalla berharap para ulama, khususnya yang berada di lingkungan pesantren, untuk selalu waspada.


"Kehadiran varian baru virus Covid turut memberikan sumbangsih yang besar terhadap penularan Covid. Oleh karenanya saya mengimbau agar pondok pesantren meningkatkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi jatuhnya korban dari kalangan ulama," tuturnya.


LaNyalla pun meminta para ulama terus menjaga imun dan mengikuti anjuran pemerintah, terutama saat PPKM Darurat.


"Saya memahami Kondisi PPKM Darurat memang tidak ideal, karena mempersempit ruang ulama untuk berdakwah. Tapi keadaan ini menjadi salah satu ikhtiar yang perlu dilakukan agar wabah ini membaik, sehingga kita bisa cepat keluar dari pandemi," kata LaNyalla.


Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga mendukung seruan MUI Jatim yang mengajak masyarakat untuk

memperbanyak istighfar dan bertaubat agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya masyarakat untuk memperbanyak doa dan membaca salawat.


"Mari kita berdoa agar Allah memberikan jalan yang mudah kepada kita untuk segera mengakhiri wabah penyakit ini. Perbanyak ibadah dan kuatkan iman agar kita terus kuat menghadapi pandemi," ucapnya.


Untuk ulama dan masyarakat pesantren yang sedang menderita Covid-19, LaNyalla meminta agar bersikap ridho dan bersabar. Ia meminta kepada ulama yang sedang sakit Covid untuk selalu berpikiran positif sehingga bisa meningkatkan imunitas, agar bisa segera sembuh.


"Kita harus berserah dalam menghadapi cobaan ini sambil terus melakukan berbagai ikhtiar, karena percayalah, Allah tidak akan menguji di atas kemampuan umat-Nya. Seorang Muslim yang baik juga akan mencari informasi yang valid terhadap penanggulangan Covid sehingga tidak mudah dipengaruhi atau percaya terhadap kabar-kabar hoax yang bisa menimbulkan kemudaratan," tutup LaNyalla. (*)

TerPopuler