Ultah Ke-271 Gereja Tugu, Pemkot Jakut Dorong Kolaborasi Keberagaman

Ultah Ke-271 Gereja Tugu, Pemkot Jakut Dorong Kolaborasi Keberagaman

Senin, 04 November 2019, 9:27 AM

Ultah Ke-271 Gereja Tugu, Pemkot Jakut Dorong Kolaborasi Keberagaman

PATROLIBINS.CO.ID, Jakarta - Jemaat Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (Ultah Ke-271 Gereja Tugu, Pemkot Jakut Dorong Kolaborasi Keberagaman) Gereja Tugu menggelar peringatan Ulang Tahun Gereja Tugu ke-271, Minggu (3/11). Peringatan ini sekaligus sebagai momentum kolaborasi keberagaman persatuan DKI Jakarta.



Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra mengatakan, Gereja Tugu merupakan salah satu simbol keberagaman persatuan di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Utara. Salah satunya nampak berdiri sebuah masjid di sekitar komplek Gereja Tugu.

"Di belakang sana ada masjid. Semua warga membaur jadi satu. Dimana lagi seperti ini kalau bukan di Indonesia. Kita harus bangga adanya keberagaman tapi kita bisa menjadi satu," kata Desi Putra, saat ditemui di komplek Gereja Tugu, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (3/11).
Dijelaskannya, kolaborasi peran antar warga ataupun umat perluditingkatkan guna mempertahankan kelestarian Gereja Tugu yang telah memasuki usia ratusan tahun.

Begitu pun peran Pemerintah Kota Jakarta Utara yang terus mendorong regulasi perencanaan pemugaran Gereja Tugu melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

"Semua bisa berkontribusi dalam kolaborasi menjaga kekompakan dalam rangka persatuan dan kesatuan. Artinya kalau kita bersatu gotong royong, berat sama dipikul rasanya ringan. Ayo kita tidak hanya berpikir internal, tapi juga mengembangkan peranan eksternal terhadap warga sekitar," jelasnya.

Ketua Panitia Terpadu GPIB Gereja Tugu Periode 2019-2020 Martin Arthur V. Teesen menerangkan, acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun GBIP Gereja Tugu ke-271. Sekaligus merayakan ulang tahun GBIP ke-71 dan peringatan ke-59 tahun bergabungnya Gereja Tugu dengan GPIB.

Selain memotong tumpeng, puncak acara ini juga diisi dengan bazar serta beragam hiburan musik yang mewakili kebudayaan Indonesia. Termasuk musik khas Keroncong Tugu.

"Sebelumnya kita juga menyelenggarakan kegiatan seperti workshop kelola sampah dan keselamatan berkendara bagi jemaah dan warga sekitar," tutupnya.( * )

TerPopuler