Munas XXI IKAHI Menjadi Momentum Refleksi Dan Konsolidasi Profesi Hakim -->

Munas XXI IKAHI Menjadi Momentum Refleksi Dan Konsolidasi Profesi Hakim

Senin, 15 Desember 2025, 12:53 PM

Munas XXI IKAHI Menjadi Momentum Refleksi Dan Konsolidasi Profesi Hakim 


PATROLI BINS, JAKARTA - Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, mulai dipadati ratusan hakim dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir untuk mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) ke-XXI Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) tahun 2025 sejak siang hingga sore hari ini. Kehadiran para peserta menandai dimulainya rangkaian agenda strategis organisasi profesi hakim yang diharapkan mampu memperkuat arah dan peran peradilan nasional ke depan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta Munas berasal dari Pengurus Daerah IKAHI di seluruh Indonesia, termasuk Pengurus Daerah Khusus Mahkamah Agung serta para peninjau. Para hakim mulai melakukan registrasi ulang yang dipusatkan di Java Ballroom 4 Hotel Mercure Ancol. Proses pendaftaran ini didukung oleh tiga ruang yang telah disiapkan panitia, yakni Java Ballroom 1, Java Ballroom 2, dan Java Ballroom 3, sehingga seluruh rangkaian registrasi berjalan tertib dan lancar.

Sambil menunggu proses pendaftaran, suasana akrab terlihat di antara para peserta. Sejumlah hakim memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi, berdiskusi ringan dengan rekan sejawat, maupun beristirahat sembari memantau perkembangan agenda kegiatan melalui gawai masing-masing.Pantauan awak media di sekitar lokasi menunjukkan kondisi cuaca di kawasan Hotel Mercure Ancol terpantau berawan dengan hembusan angin pantai yang sejuk. 


Situasi ini turut menunjang kenyamanan para peserta yang terus berdatangan sejak siang hari.Sementara itu, dari pantauan panitia Munas IKAHI, pada waktu yang bersamaan jajaran panitia pusat tampak tengah menggelar rapat persiapan menjelang pembukaan Munas yang akan dilaksanakan pada malam hari. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Krakatau Ballroom dan difokuskan pada kesiapan teknis, susunan acara, serta koordinasi akhir guna memastikan pembukaan Munas berjalan tertib dan khidmat.Di area parkir hingga pintu masuk lobi hotel, terlihat petugas keamanan bersiaga untuk menyambut kedatangan jajaran pengurus pusat IKAHI, para pejabat, serta tamu undangan yang akan menghadiri pembukaan Munas XXI IKAHI.Munas XXI IKAHI tahun ini mengusung tema “Hakim Bermartabat, Peradilan Hebat” dan dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Sunarto, pada Minggu malam pukul 19.00 WIB. Usai pembukaan, agenda akan dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat IKAHI masa bakti 2022–2025.


Rangkaian kegiatan Munas selanjutnya meliputi pembahasan dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), perumusan program kerja organisasi, hingga pemilihan Ketua IKAHI untuk periode kepengurusan berikutnya.

Lebih dari sekadar agenda rutin lima tahunan, Munas XXI IKAHI diharapkan menjadi momentum refleksi dan konsolidasi profesi hakim di tengah dinamika dan tantangan dunia peradilan yang semakin kompleks. Forum ini dinilai strategis untuk menegaskan kembali peran IKAHI sebagai rumah besar para hakim di empat lingkungan peradilan.

Dengan semangat “Hakim Bermartabat, Peradilan Hebat”, Munas XXI IKAHI diharapkan melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan visioner. Desember 2025 diharapkan menjadi titik awal penguatan marwah profesi hakim serta peningkatan kualitas peradilan Indonesia.

Munas XXI IKAHI dijadwalkan akan ditutup pada Senin malam (15/12). Selamat bermunas, semoga menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan dunia peradilan nasional

Desember 2025 – Ketua Pelaksana Munas ke-21 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), Hakim Agung Heru Pramono, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme hakim dalam mewujudkan peradilan yang bermartabat saat menyampaikan laporan kegiatan Munas XXI IKAHI Tahun 2025. Acara yang digelar di Krakatau Ballroom Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Minggu (14/12) malam, dihadiri oleh seluruh utusan pengurus pusat, pengurus daerah, dan peninjau dari 34 provinsi di Indonesia.


Dalam laporannya, Heru Pramono membuka dengan ungkapan syukur atas limpahan rahmat Allah SWT, sehingga para peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, yang menimpa sebagian anggota IKAHI beserta keluarga mereka. Sebagai bentuk kepedulian, panitia Munas ke-21 telah menyalurkan bantuan tahap ketiga secara simbolis melalui pengurus daerah masing-masing, diharapkan dapat meringankan beban para korban dan memperkuat solidaritas anggota IKAHI.

Heru Pramono menegaskan, tema Munas kali ini, “Hakim Bermartabat, Peradilan Hebat”, mengandung makna bahwa kualitas peradilan tidak dapat dipisahkan dari integritas pribadi para hakim. Martabat hakim tercermin melalui kejujuran, kearifan dalam memutus perkara, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga independensi. Ia menambahkan, peradilan hebat merupakan peradilan yang mampu menghadirkan keadilan substantif, pelayanan transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Para hakim yang bermartabat adalah penjaga nilai-nilai luhur keadilan. Ketika integritas dan profesionalisme dijaga, peradilan akan tampil sebagai institusi yang kuat, dipercaya, dan mampu mengukuhkan kedaulatan Indonesia, ujar Heru Pramono.

Heru Pramono juga memaparkan agenda pokok Munas XXI IKAHI, meliputi:

1. Laporan pertanggungjawaban PPKI masa bakti 2022–2025.

2. Pembahasan pertanggungjawaban pengurus pusat dan daerah.

3. . Penyempurnaan AD/ART dan penyusunan program kerja periode 2025–2028.


4. Pemilihan Ketua Umum dan penetapan susunan inti pengurus pusat.

Munas XXI IKAHI berlangsung selama tiga hari, 14–16 Desember 2025, memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. Heru Pramono menyebutkan, sistem elektronik diterapkan untuk resensi, voting pemilihan ketua umum, dan livestreaming agenda Munas melalui kanal YouTube, sehingga penyelenggaraan Munas menjadi lebih efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.

Ketua Panitia Munas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara, termasuk Pimpinan Mahkamah Agung, pengurus pusat dan daerah IKAHI, PT Bank Syariah Indonesia, vendor multimedia, serta manajemen Hotel Mercure Ancol. Ia menutup laporannya dengan permohonan maaf atas segala kekurangan dan pantun penutup sebagai simbol kebersamaan:


“Pergi ke Ancol melihat lautan,

Angin berhembus melepas penat,

Kita rapatkan barisan, IKAHI maju,


Peradilan bermartabat, menuju masa depan yang hebat.”

Dengan laporan ini, Heru Pramono menekankan bahwa Munas XXI IKAHI bukan sekadar forum rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat jati diri organisasi sebagai wadah profesional hakim, menjaga kehormatan peradilan, dan meningkatkan kontribusi bagi pembangunan hukum nasional.Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) periode 2022–2025, Yang Mulia Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XXI IKAHI Tahun 2025 yang digelar di Krakatau Ballroom, Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Minggu (14/12) malam.


Munas XXI IKAHI dihadiri Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. selaku Pelindung IKAHI, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Suhartono, S.H., M.Hum., Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non-Yudisial Dr. Dwiarso Budi Santoso, S.H., M.Hum., para Ketua Muda Mahkamah Agung RI, jajaran pimpinan MA RI, serta ratusan hakim dari seluruh Indonesia yang hadir sebagai peserta utusan daerah dan peninjau.

Dalam Laporan pertanggungjawabannya, Dr. Yasardin menyampaikan refleksi atas masa bakti kepengurusan Pengurus Pusat IKAHI periode 2022–2025 yang telah berjalan selama tiga tahun dengan berbagai dinamika, tantangan, serta keterbatasan. Ia menegaskan bahwa seluruh capaian dan kekurangan selama masa kepengurusan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi.


“Tanpa terasa, masa pengabdian Pengurus Pusat IKAHI periode 2022–2025 telah memasuki penghujungnya. Dengan segala dinamika dan keterbatasan, kami berupaya menjaga amanah organisasi dan martabat profesi hakim,” ujar Dr. Yasardin.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PP IKAHI juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengapresiasi kepedulian seluruh anggota IKAHI yang melalui program aplikasi Peduli IKAHI berhasil menghimpun donasi kemanusiaan lebih dari Rp2 miliar dalam waktu singkat.“Partisipasi dan kepedulian tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas keluarga besar IKAHI serta tingginya kepercayaan terhadap organisasi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan,” katanya.Dr. Yasardin menjelaskan bahwa Munas XXI IKAHI merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki empat agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat IKAHI masa bakti 2022–2025, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja organisasi, serta pemilihan Pengurus Pusat IKAHI periode selanjutnya.


Ia menekankan bahwa kehadiran dan keaktifan peserta Munas menjadi prasyarat penting bagi terlaksananya asas keterlibatan dan musyawarah yang demokratis. Menurutnya, keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan dalam Munas akan menentukan arah perjalanan IKAHI di tengah tantangan dunia peradilan yang semakin kompleks.

Munas XXI IKAHI tahun 2025 mengangkat tema “Hakim Bermartabat, Peradilan Hebat”. Menurut Dr. Yasardin, tema tersebut mengandung pesan moral yang kuat untuk menguatkan kembali integritas, profesionalitas, serta peran sentral hakim dalam membangun lembaga peradilan yang berwibawa.


“Tanpa hakim yang bermartabat, cita-cita mewujudkan peradilan Indonesia yang agung akan sulit tercapai,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Dr. Yasardin juga menyinggung kembali Deklarasi Bandung yang lahir pada Munas IKAHI sebelumnya sebagai komitmen bersama untuk menjaga integritas dan menolak segala bentuk intervensi terhadap proses peradilan. Komitmen tersebut telah dituangkan dalam AD/ART IKAHI dan menjadi pijakan utama bagi kepengurusan periode 2022–2025.

Salah satu capaian penting selama masa kepengurusan tersebut adalah penguatan persatuan organisasi tanpa sekat lingkungan peradilan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah IKAHI, kepengurusan daerah dan cabang disusun dalam satu struktur organisasi yang merepresentasikan seluruh lingkungan peradilan.


“Langkah ini merupakan wujud ikhtiar untuk membangun IKAHI yang solid, modern, dan berorientasi pada kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IKAHI memiliki peran strategis dalam mengawal kedudukan hakim sebagai pilar utama kekuasaan kehakiman. Sinergi internal dan penataan organisasi yang kuat dinilai menjadi fondasi penting bagi terwujudnya peradilan yang berkualitas dan berkeadilan.Dalam rangka penguatan identitas organisasi, pada Munas XXI IKAHI juga direncanakan peluncuran Jas IKAHI sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan, melanjutkan penguatan identitas organisasi yang telah dimulai pada Munas XX IKAHI di Bandung tahun 2022.

Menutup sambutan pertanggungjawabannya, Dr. Yasardin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Mahkamah Agung RI beserta seluruh jajaran pimpinan Mahkamah Agung, para penasihat IKAHI, panitia pelaksana Munas XXI IKAHI, serta seluruh peserta Munas dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia berharap Munas XXI IKAHI dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi penguatan profesi hakim serta kemajuan sistem peradilan Indonesia di masa mendatang.


Sup

TerPopuler